mahasiswa universitas wahid hasyim semarang fakultas ekonomi angkatan 2007, juga alumni dari MA Futuhiyyah 1 Mranggen Demak angkatan 2003, yang berasal dari grobogan jawa tengah.
Senin, 04 April 2011
Beasiswa Perguruan Tinggi S1
Beasiswa Perguruan Tinggi S1
bulan mei adalah bulan yang sangat menyenangkan, mengharukan dan membingungkan buat para siswa yang sedang duduk di tingkat kelas akhir, dimana meraka harus bersusah payah menghadapi ujian nasional. ada yang mengatakan bahwa ujian ini adalah hidup mati mereka, klo lulus berarti masa depan cerah, tapi sebaliknya kalo meraka tak lulus berarti bersiap2lah untuk di kucilkan teman, keluarga or kekasih hati. padahal orang yang tidak lulus mereka butuh sport dan motivasi dari keluarga agar tidak nekat melakukan hal-hal yang di luar dugaan. kata bang haji rhoma irama dalam lagunya "darah muda darah nya para remaja biasanya para remaja berfikirnya sekali saja tanpa memperhitungkan akibatnya" jadi buat keluarga2 yang nantinya mempunyai anak tidak lulus harap di beri motivasi dan suprot yang tinggi.
namun tidak cuma itu setelah lulus mereka harus kemana? itu juga harus di perhitungkan karena nasib bangsa ini tergantung pada kaum remaja
untuk orang tua yang kurang mampu dan memiliki anak yang berprestasi dan tinggal di sebuah lembaga keagamaan yakni pondok pesantren tidak usah bingung karena pemerintah telah memberika beasiswa s1 kepada santri berprestasi dan juga pemerintah telah menganggarkan dana untuk kebutuhan perbulannya
untuk informasi beasiswa tersebut dapat di akses di link di bawah ini :
http://www.pondokpesantren.net/
Beasiswa Mahasiswa Santri Unggulan Unwahas
Perguruan tinggi swasta Universitas Wahid Hasyim Semarang Pada tahun 2010 telah memprogamkan "Penerimaan Mahasiswa Santri Unggulan" yang nantinya di tempatkan di Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim yang masih merupakan satu yayasan. namun walaupun sudah memprogamkan PMSU masih belum bisa seperti Perguruan Tinggi yang lain yang di tunjuk oelh pemerintah dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) angkatan 2009/2010 yang diadakan Departemen Agama Republik Indonesia.
walaupun masih belum bisa di tunjuk, namun pada tahun 2010 kemaren Unwahas sudah menerima mahasiswa santri ungulan. progam ini untuk semua prodi kecuali Progam studi agama islam.
semoga Perguruan Tinggi universitas Wahid Hasyim Semarang ini bisa menjadi figur dari perguruan-perguruan lain yang telah di tunjuk oleh pemerintah dalam progam PSBS.
adapaun PTN yang di tunjuk oleh pemerintah dapat di lihat di situs : http://www.pondokpesantren.net/ dan juga situs tersebut juga menawarkan beasiswa terhadap santri di pondok pesantren yang berprestasi.
Rabu, 30 Maret 2011
25 Prediksi Teknologi di Masa Depan
25 Prediksi Teknologi di Masa Depan
Cisco memprediksi pada 2020, PC seharga Rp 10 juta memiliki kemampuan setara dengan otak manusia. Pada 2030, kemampuan PC akan seimbang dengan otak manusia satu kampung. Dave Evans, Chief Futurist Cisco IBSG Innovations Practice membuat prediksi 25 teknologi teratas yang akan terjadi di masa mendatang.
Berikut daftar lengkapnya :
1. Pada tahun 2029, storage 11 petabyte yang dapat menyimpan video berkualitas DVD untuk diputar selama 600 tahun lebih tanpa henti 24 jam sehari harganya hanya US$100 (Rp 950 ribu).
2. Dalam 10 tahun ke depan, kita akan menyaksikan peningkatan kecepatan jaringan internet rumahan sebesar 20 kali lipat.
3. Pada tahun 2013, lalu-lintas jaringan nirkabel akan mencapai 400 petabyte perbulan. Sekarang ini, jaringan di seluruh dunia mentrasnfer data lebih dari 9 exabyte per bulan.
4. Pada akhir tahun 2010, akan terjadi perbandingan satu miliar transistor per orang, masing-masing transistor seharga sepersepuluh juta sen.
5. Internet akan berevolusi menjadi sarana komunikasi instans, tanpa peduli jarak.
6. Komputer kuantum komersial yang pertama akan tersedia pada pertengahan tahun 2020.
7. Pada tahun 2020, PC seharga US$1.000 akan memiliki kemampuan memproses setara dengan otak manusia.
8. Pada tahun 2030, kemampuan memproses PC seharga US$1.000 akan seimbang dengan kemampuan otak manusia satu kampung.
9. Pada tahun 2050 (dengan mengasumsikan bahwa jumlah total populasi dunia adalah 9 miliar), kemampuan memproses PC seharga US$1.000 akan seimbang dengan kemampuan otak keseluruhan manusia di bumi.
10. Hari ini, kita mengetahui 5% dari apa yang akan kita ketahui 50 tahun ke depan. Dengan kata lain, dalam 50 tahun, 95% dari apa yang akan kita ketahui ditemukan di tahun-tahun sebelumnya.
11. Besar data di dunia akan meningkat enam kali lipat dalam dua tahun ke depan, sementara data perusahaan akan meningkat lima puluh kali lipat.
12. Pada tahun 2015, Google akan mengindex sekitar 775 miliar halaman konten.
13. Pada tahun 2015, kita akan menciptakan banyak hal yang sebanding dengan 92,5 juta Libraries of Congress AS dalam setahun.
14. Pada tahun 2020 di seluruh dunia, masing-masing orang rata-rata akan menyimpan data pribadi sebesar 130 terabyte (hari ini rata-rata sebesar 128 gigabyte).
15. Pada tahun 2015, unduh film dan file sharing peer-to-peer akan melonjak sampai 100 exabyte, setara dengan 5 juta Libraries of Congress AS.
16. Pada tahun 2015, komunikasi video akan jauh lebih marak, menghasilkan 400 exabyte trafik data atau setara dengan 20 juta Libraries of Congress.
17. Pada tahun 2015, trafik yang dihasilkan oleh telepon, web, email, foto, dan musik akan meledak, dan mencapai 50 exabyte.
18. Dalam dua tahun, informasi di internet akan berlipat ganda setiap 11 jam.
19. Pada tahun 2010, 35 miliar perangkat akan terhubung ke internet (hampir enam perangkat per orang di dunia).
20. Pada tahun 2020, akan ada lebih banyak perangkat yang online daripada manusianya.
21. Dengan IPv6, akan ada cukup alamat IP bagi setiap bintang yang diketahui di seluruh alam semesta untuk masing-masing memiliki 4,8 triliun alamat IP.
22. Pada tahun 2020, penerjemah bahasa universal akan menjadi hal yang umum di setiap perangkat.
23. Dalam lima tahun ke depan, permukaan apa pun dapat dijadikan layar tampilan.
24. Pada tahun 2025, teleportasi pada tingkat partikel akan mulai terealisasi.
25. Pada tahun 2030, penanaman otak buatan sudah dapat dilaksanakan.
sumber : www.kaskus.us
Minggu, 27 Maret 2011
Tempat Wisata Purwodadi Grobogan
Tempat Wisata Purwodadi Grobogan
Kabupaten Grobogan adalah salah satu Kabupaten terluas no 2 di propensi jawa tengah setelah kabupaten cilacap dengan luas daerah 1.975,865 km². namun dengan luas daerah tersebut belum bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dari pihak pemerintah. kehidupan masyarakat grobogan masih sangat sederhana bahkan bisa dibilang rata2 masyarakat masuk kasta rendah (miskin) di banding dengan kabupaten-kabupaten yang ada di jawa tengah.
kehidupan masyarakat hanya monoton yaitu kerja sebagai petani, namun ada juga yang mencoba untuk merantau ke kota untuk mencari nafkah. walaupun berat untuk meninggalkan kota kelahiran tapi berhubung (kepepet) tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka terpaksa bekerja di kota bahkan sampai merantau ke luar pulau dan ada pula yang menjadi TKI. padahal kalo SDA yang ada di kabupaten Grobogan bisa di maksimalkan hal yang seperti tidak perlu dilakuakan. masih banyak aset yang bisa di gali dengan daerah seluas daerah grobogan tidak hanya dengan pertanian. misal nya bidang pertanian di kaji pemerintah bisa memaksimal kan lahan pertanian di sektor sekitar pariwisata kedung ombo. kemudian di daerah wisata persawahan makam ki Ageng selo.
namun selaian itu seharusnya pemerintah bisa mempunyai terobosan terbaru. misal nya di daerah terpencil dari kota purwodadi tepatnya di dusun condro desa jambon ada hutan milik perhutani. masyarakat sangat antusias bisa mengembangkan tempat tersebut bisa jadi bumi perkemahan dan juga disitu telah di temukan salah satu makam wali. yang masyarakatnya menyebut wali sigit karena terletak didaerah sigit.
adapun macam2 wisata yang dapat dikembangkan oleh kabupaten grobogan adalah :
1. bleduk kuwu.
di grobogan ada kejadian alam yang sangat langka dah sampai sekarang masih berkanjut. kejadian ini bukan buatan manusia tapi bener2 murni seperti lumpur lapindo.kejadian alam ini yaitu bleduk kuwu. nama bleduk kuwu mengandung arti bleduk (kawah lumpur) kuwu (adalah nama tempat). kononnya terjadi ketika aji saka membuktikan kesaktiannya saat mengitari gunung yang kemudian di julurkan lidah nya agar bisa melingkari gunung. namun sebelum itu aji saka sempat muncul ke permukaan dahulu kemudian terjadilah bleduk kuwu. hal yang aneh ini tidak cuma itu saja tetapi bleduk ini muncul kepermukaan sampai 2 meter di titik pusat. itu belangsung samapai sekarang padahal sudah berumur ratusan tahun. dan juga apabila mau terjun kesana harus dengan cara berenang yakni berenang di atas lumpur sebab apabila berjalan kaki akan tenggelam di lumpur. lumpur ini seperti lumpur hidup.
mohon maaf tidak ada picture nya.
2. api abadi mrapen
jangan pernah bermain dengan api klo tidak ingin terbakar kata peribahasa saat SD dulu, namun ada hal yang aneh dan kagum dengan kejadian alam ini. seperti itulah menggambarkan saat berkunjung ke Api Abadi Mrapen yang terletak di kabupaten Grobogan Kota purwodadi kecamatan godong jawa tengah.
api ini tidak padam dari zaman dulu sampai sekarang. masih tetep menyala walopun di guyur hujan sekali pun. masyarakat budha percaya dan mereka biasanya saat upaca perayaan waisak mengambil api dari sini (sumber : wikipedia). selain itu saat acara sea game pun juga mengambil api abadi mrapen ini.
3. Waduk kedung ombo
waduk kedung ombo juga salah satu aset pariwisata grobogan. disini dapat melihat perairan yang sangat luas selain di pantai. ketika acara "syawalan" banyak masyarakat luar daerah yang berkunjung kesini untuk menikmati perairan serta ikan2yang super besar dan nikmat.
4. makam para wali
dari segi rohani mungkin kita masih belum mengetahui kalo ternyata grobogan juga ada makam para wali. wali tersebut lebih di kenal dengan sebutan KI Ageng Selo karena berasal dari selo. beliau adalah salah satu murid dari Sunan Kalijaga Demak. Beliau yang memiliki kramat dengan menangkap petir yang kemudikan kepala petir di ukir di pintu masjid agung demak sebelum lepas.
kemudian ada makam jaka Tarub karena berada di daerah Tarub. beliau adalah seorang yang sangat tampan dan mempersunting bidadari dari kayangan yang telah di ambil selendang nya ketika mandi di telaga warna.
5. bumi perkemahan (belum ada) usul buat PEMKAB hehehehhe
di daerah dusun condro desa jambon kecamatan pulokulon ada salah satu hutan lindung milik perhutani yang kerjasama dengan masyarakat dalam menanami hutan gundul. seharusnya lahan ini bisa di maksimalkan buat area out bound atau bumi perkemahan. karena jauh dari keramain, masih segar udaranya dan alami sehingga cocok untuk area rekreasi untuk mencari kenyamanan.
inilah wisata2 yang ada di kab grobogan. kurang lebih nya saya minta maaf.
Kabupaten Grobogan adalah salah satu Kabupaten terluas no 2 di propensi jawa tengah setelah kabupaten cilacap dengan luas daerah 1.975,865 km². namun dengan luas daerah tersebut belum bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dari pihak pemerintah. kehidupan masyarakat grobogan masih sangat sederhana bahkan bisa dibilang rata2 masyarakat masuk kasta rendah (miskin) di banding dengan kabupaten-kabupaten yang ada di jawa tengah.
kehidupan masyarakat hanya monoton yaitu kerja sebagai petani, namun ada juga yang mencoba untuk merantau ke kota untuk mencari nafkah. walaupun berat untuk meninggalkan kota kelahiran tapi berhubung (kepepet) tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka terpaksa bekerja di kota bahkan sampai merantau ke luar pulau dan ada pula yang menjadi TKI. padahal kalo SDA yang ada di kabupaten Grobogan bisa di maksimalkan hal yang seperti tidak perlu dilakuakan. masih banyak aset yang bisa di gali dengan daerah seluas daerah grobogan tidak hanya dengan pertanian. misal nya bidang pertanian di kaji pemerintah bisa memaksimal kan lahan pertanian di sektor sekitar pariwisata kedung ombo. kemudian di daerah wisata persawahan makam ki Ageng selo.
namun selaian itu seharusnya pemerintah bisa mempunyai terobosan terbaru. misal nya di daerah terpencil dari kota purwodadi tepatnya di dusun condro desa jambon ada hutan milik perhutani. masyarakat sangat antusias bisa mengembangkan tempat tersebut bisa jadi bumi perkemahan dan juga disitu telah di temukan salah satu makam wali. yang masyarakatnya menyebut wali sigit karena terletak didaerah sigit.
adapun macam2 wisata yang dapat dikembangkan oleh kabupaten grobogan adalah :
1. bleduk kuwu.
di grobogan ada kejadian alam yang sangat langka dah sampai sekarang masih berkanjut. kejadian ini bukan buatan manusia tapi bener2 murni seperti lumpur lapindo.kejadian alam ini yaitu bleduk kuwu. nama bleduk kuwu mengandung arti bleduk (kawah lumpur) kuwu (adalah nama tempat). kononnya terjadi ketika aji saka membuktikan kesaktiannya saat mengitari gunung yang kemudian di julurkan lidah nya agar bisa melingkari gunung. namun sebelum itu aji saka sempat muncul ke permukaan dahulu kemudian terjadilah bleduk kuwu. hal yang aneh ini tidak cuma itu saja tetapi bleduk ini muncul kepermukaan sampai 2 meter di titik pusat. itu belangsung samapai sekarang padahal sudah berumur ratusan tahun. dan juga apabila mau terjun kesana harus dengan cara berenang yakni berenang di atas lumpur sebab apabila berjalan kaki akan tenggelam di lumpur. lumpur ini seperti lumpur hidup.
mohon maaf tidak ada picture nya.
2. api abadi mrapen
jangan pernah bermain dengan api klo tidak ingin terbakar kata peribahasa saat SD dulu, namun ada hal yang aneh dan kagum dengan kejadian alam ini. seperti itulah menggambarkan saat berkunjung ke Api Abadi Mrapen yang terletak di kabupaten Grobogan Kota purwodadi kecamatan godong jawa tengah.
api ini tidak padam dari zaman dulu sampai sekarang. masih tetep menyala walopun di guyur hujan sekali pun. masyarakat budha percaya dan mereka biasanya saat upaca perayaan waisak mengambil api dari sini (sumber : wikipedia). selain itu saat acara sea game pun juga mengambil api abadi mrapen ini.
3. Waduk kedung ombo
waduk kedung ombo juga salah satu aset pariwisata grobogan. disini dapat melihat perairan yang sangat luas selain di pantai. ketika acara "syawalan" banyak masyarakat luar daerah yang berkunjung kesini untuk menikmati perairan serta ikan2yang super besar dan nikmat.
4. makam para wali
dari segi rohani mungkin kita masih belum mengetahui kalo ternyata grobogan juga ada makam para wali. wali tersebut lebih di kenal dengan sebutan KI Ageng Selo karena berasal dari selo. beliau adalah salah satu murid dari Sunan Kalijaga Demak. Beliau yang memiliki kramat dengan menangkap petir yang kemudikan kepala petir di ukir di pintu masjid agung demak sebelum lepas.
kemudian ada makam jaka Tarub karena berada di daerah Tarub. beliau adalah seorang yang sangat tampan dan mempersunting bidadari dari kayangan yang telah di ambil selendang nya ketika mandi di telaga warna.
5. bumi perkemahan (belum ada) usul buat PEMKAB hehehehhe
di daerah dusun condro desa jambon kecamatan pulokulon ada salah satu hutan lindung milik perhutani yang kerjasama dengan masyarakat dalam menanami hutan gundul. seharusnya lahan ini bisa di maksimalkan buat area out bound atau bumi perkemahan. karena jauh dari keramain, masih segar udaranya dan alami sehingga cocok untuk area rekreasi untuk mencari kenyamanan.
inilah wisata2 yang ada di kab grobogan. kurang lebih nya saya minta maaf.
Jumat, 25 Maret 2011
10 situs internet terpopuler
10 situs internet terpopuler
Internet adalah dunia maya yang tak asing lagi di telinga. namun walopun udah mashur tetapi masih ada kalangan banyak orang-orang yang merasakan kebingungan membuka situs-situs yang ada internet. biasanya mereka hanya membuka situs yang monoton saja. misal nya ada situs jejaring sosial yang cukup masj=hur adalah facebook. padahal selain buka situs sosia masih ada situs yang lain. kata ne alam kamus peribahasa Bahasa Indonesia yaitu sekali merengkuh gayung dua-tiga pulau terlampui, namun masyarakat masih kurang memahami peribahasa tersebut.
disini saya akan coba untuk membantu anda untuk menemukan situs-situs yang sering di kunjungi oleh pelanggan internet :
1. situs terbesar di Indonesia
www.kaskus.us
disini anda dapat membuka berita terbaru, politik, ekonomi dan anda bisa mertransaksi jual beli barang. untuk membeli barang di harapkan kepada kaskus senior karena mereka di jamin kepercayaannya n biasa ne di tandai dengan mempunya bintang banyak.
2. situs terbesar di dunia
www.google.com
disini anda dapat mengakses semua informasi, bila ada kesulitan silahkan buka ini n tulis kesulitan tersebut, nanti akan muncul jawaban yang saudara butuhkan.
selamat mencoba !!!
3. situs jejaring sosial
dengan situs ini mempermudah kan anda untuk berkomunikasi dengan saudara, kerabat jauh, atau teman lama. bahkan teman lama yang sudah jarang ketemu bisa mudah ketemu dengan mengetik namanya atau panggilannya.
contoh situs nya :
www.facebook.com
www.twitter.com
www.temankuliah.com
www.koprol.com
4. situs untuk chat
dengan situs ini anda dapat langsung berkomunikasi chat langsung dengan temen kita tetapi dengan syarat bahwa temen kita juga on line dalam waktu bersamaan.
contoh nya :
www.yahoomesseger.com
www.mirc.com
www.skype.com
www.liveconnector.com
www.mig33.com
5. situs untuk buku
disini anda dapat membaca buku dari beberapa pengarang, namun biasa nya masih terbatas karena hak-hak cipta. situsnya : www.downloadsix3.co.cc
6. situs untuk edit foto
apabila anda merasa kesusahan dalam mengedit foto melalui corel or photoshop, disini saya kasih situs edit photo secara on line dan hasil nya pasti tidak mengecewakan buat anda. situsnya : www.photofunia.com
7. situs comic
buat anda yang mempunyai hobi membaca tapi membaca comic dan tak punya kartu untuk menyewa komik, tak perlu gusar karena di internet banyak sekali situs tentang comic. situsnya :
http://comic.sipirok.net/
http://hitsuke.blogspot.com/
http://mangadistro.com/
http://mangakita.com/
http://ezhaowzy.blogspot.com/
http://elsena.webs.com/
http://bacamanga.web.id
8. situs loker (lowongan pekerjaan)
kita tahu bahwa banyak lowongan pekrjaan yang ada di koran. namun selain itu internt juga menyediakan situs lowongan pekerjaan. situs nya :
http://lowongankerja-semarangraya.blogspot.com/
http://www.bursakerja-jateng.com
http://www.sarikerja.net
http://lowongankerjabaru.net
9. situs hipnotis
sekarang dunia hipnotis mulai nge-trend dalam kehidupan ini dengan adanya salah satu dari station televisi yang menyiarkan hipnotis. namun untuk belajar hipnotis tidak juga terlalu sulit. disini ada tutorial tentang situs tersebut. namun saya ingetkan klo belajar lebih baik ada gurunya. karena kalo ada apa2 ada yang tanggung jawab.
situsnya :
http://www.squidoo.com/belajar-cara-hipnotis
http://www.wikumagic.org/
10. lagu/musik
musik adalah temen yang setia menemani kita. saat kita sedih kita di hibur, saat senang juga kita di semangati. namun kadang kita kebingungan mencari musik kesenangan kita. disini ada beberapa situs untuk mendownload musik mp3/mp4
situsnya : www.gudanglagu.com
www.4shared.com
www.stafaband.com
semoga dengan situs2 diatas anda dapat memperoleh pelajaran yang bermanfaat, dan mohon jangan menyalah gunakan. apabila ada kesalahan saya minta maaf karena semua kesalahan adalah milik saya dan kebenaran hanya milik allah swt.
semoga sukses. amin.....
Sabtu, 29 Mei 2010
Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim | Universitas Wahid Hasyim Semarang | Unwahas | Pondok pesantren mahasiswa
Pondok pesantren mahasiswa juga di miliki oleh salah satu perguruan tinggi swasta yakni universitas wahid hasyim semarang yang berada dibawah naungan Nahdlotul Ulama.
berikut adalah brosur dari pondok pesantren l
Brosur
Pendaftaran Santri Putra
Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang
PPLWH
GAMBARAN UMUM
Sejarah PPLWH
Sebagai bagian integral kampus, sejarah perkembangan Pondok ppesantren Luhur Wahid Hasyim (PPLWH) sangat terkait dengan sejarah perkembangan Universitas Wahid Hasyim. Sejak awal pendirian kampus pada tahun 2000, universitas Wahid Hasyim telah mulai merintis pesantren mahasiswa (Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim), meski dalam bentuk sederhana. Awalnya pesantren masih berupa rumah tinggal yang di kontrak oleh Universitas Wahid Hasyim untuk tinggal menetap dan mengaji para santri. Dengan kondisi tersebut, maka sistem pendidikan dan kepengasuhan belum berjalan optial disamping daya tampung PPLWH masih sangat terbatas. Universitas pada akhirnya baru menerima santri putra untuk menetap.
Seiring dengan perkembangan dan usia kampus Universitas Wahid Hasyim, rumah dan tanah tempat PPLWH berada akhirnya dibeli dan menjadi milik Universitas Wahid Hasyim dan perbaikan terus dilakukan baik fisik maupun sistem pendidiknnya. Pada tahun keempat, pemikiran dan tekad untuk memformulasikan PPLWH yang ideal semakin mengental. Disamping itu juga telah dilakukan studi banding keperguruan tinggi yang terdapat pondok pesantrennya. pada akhirnya Universitas merasa sangat mendesak untuk melakukan pembangunan pondok pesantren Luhur Wahid Hasyim. Alasannya dengan bangunan fisik yang ideal, maka sistem pendidikan pondok pesantren serta optimalisasi fungsinya akan lebih bisa dilakukan secara maksimal.
Dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi yang sangat multikomplek ini, kita sebagai mahasiswa diharapkan menjadi mahasiswa yang unggul. Selain di bidang intelektualitas juga harus unggul dibidang akidah, kedalaman spiritual dan senantiasa berakhlakul karimah. Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim adalah wadah yang tepat untuk membantu Universitas Wahid Hasyim mencetak santri mahasiswa sebagai cendekiawan yang professional, bertakwa, dan berbudaya.
Mulai tahun 2009 ini PPLWH menerima pendaftaran santri putra yang di tempatkan pada sebuah Pondok Pesantren di Jl. Menoreh Tengah II/14 Sampangan Semarang dan juga menerima pendaftaran untuk santri putri yang ditempatkan pada Rusunawa di jalan Menoreh tengah X (sebelah barat kampus II Universitas Wahid Hasyim Semarang).
Fasilitas:
1. Kamar ukuran 4 x 3 meter, 3 lantai.
2. Masing-masing santri mendapatkan 1 (satu) buah lemari dan 1 (satu) buah kasur dan bantal.
3. Ruang belajar bersama
4. Tempat parkir kendaraan roda dua.
Syarat:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa Unwahas.
2. Mengisi formulir pendaftaran yang tersedia.
3. Menyerahkan foto 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar dan fotocopy KK (Kartu Keluarga).
4. Membayar uang registrasi pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-
5. Membayar uang sodaqoh jariyah sebesar
a. Rp. 150.000,-
b. Rp. 200.000,-
c. Rp. …………
(Keterangan: lingkari bagian yang anda pilih)
6. Membayar Syariyah sebesar
Rp. 75.000,-/ bulan.
7. Koperasi Pondok sebesar Rp. 50.000,-
8. Membayar uang almari, kasur, bantal
Rp. 250.000,-
***
YAYASAN WAHID HASYIM SEMARANG
PONDOK PESANTREN LUHUR WAHID HASYIM
SEMARANG
Office: Jl. Menoreh Tengah II/ 14 Sampangan Semarang
' 024 – 8505680
***
berikut adalah brosur dari pondok pesantren l
Brosur
Pendaftaran Santri Putra
Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang
PPLWH
GAMBARAN UMUM
Sejarah PPLWH
Sebagai bagian integral kampus, sejarah perkembangan Pondok ppesantren Luhur Wahid Hasyim (PPLWH) sangat terkait dengan sejarah perkembangan Universitas Wahid Hasyim. Sejak awal pendirian kampus pada tahun 2000, universitas Wahid Hasyim telah mulai merintis pesantren mahasiswa (Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim), meski dalam bentuk sederhana. Awalnya pesantren masih berupa rumah tinggal yang di kontrak oleh Universitas Wahid Hasyim untuk tinggal menetap dan mengaji para santri. Dengan kondisi tersebut, maka sistem pendidikan dan kepengasuhan belum berjalan optial disamping daya tampung PPLWH masih sangat terbatas. Universitas pada akhirnya baru menerima santri putra untuk menetap.
Seiring dengan perkembangan dan usia kampus Universitas Wahid Hasyim, rumah dan tanah tempat PPLWH berada akhirnya dibeli dan menjadi milik Universitas Wahid Hasyim dan perbaikan terus dilakukan baik fisik maupun sistem pendidiknnya. Pada tahun keempat, pemikiran dan tekad untuk memformulasikan PPLWH yang ideal semakin mengental. Disamping itu juga telah dilakukan studi banding keperguruan tinggi yang terdapat pondok pesantrennya. pada akhirnya Universitas merasa sangat mendesak untuk melakukan pembangunan pondok pesantren Luhur Wahid Hasyim. Alasannya dengan bangunan fisik yang ideal, maka sistem pendidikan pondok pesantren serta optimalisasi fungsinya akan lebih bisa dilakukan secara maksimal.
Dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi yang sangat multikomplek ini, kita sebagai mahasiswa diharapkan menjadi mahasiswa yang unggul. Selain di bidang intelektualitas juga harus unggul dibidang akidah, kedalaman spiritual dan senantiasa berakhlakul karimah. Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim adalah wadah yang tepat untuk membantu Universitas Wahid Hasyim mencetak santri mahasiswa sebagai cendekiawan yang professional, bertakwa, dan berbudaya.
Mulai tahun 2009 ini PPLWH menerima pendaftaran santri putra yang di tempatkan pada sebuah Pondok Pesantren di Jl. Menoreh Tengah II/14 Sampangan Semarang dan juga menerima pendaftaran untuk santri putri yang ditempatkan pada Rusunawa di jalan Menoreh tengah X (sebelah barat kampus II Universitas Wahid Hasyim Semarang).
Fasilitas:
1. Kamar ukuran 4 x 3 meter, 3 lantai.
2. Masing-masing santri mendapatkan 1 (satu) buah lemari dan 1 (satu) buah kasur dan bantal.
3. Ruang belajar bersama
4. Tempat parkir kendaraan roda dua.
Syarat:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa Unwahas.
2. Mengisi formulir pendaftaran yang tersedia.
3. Menyerahkan foto 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar dan fotocopy KK (Kartu Keluarga).
4. Membayar uang registrasi pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-
5. Membayar uang sodaqoh jariyah sebesar
a. Rp. 150.000,-
b. Rp. 200.000,-
c. Rp. …………
(Keterangan: lingkari bagian yang anda pilih)
6. Membayar Syariyah sebesar
Rp. 75.000,-/ bulan.
7. Koperasi Pondok sebesar Rp. 50.000,-
8. Membayar uang almari, kasur, bantal
Rp. 250.000,-
***
YAYASAN WAHID HASYIM SEMARANG
PONDOK PESANTREN LUHUR WAHID HASYIM
SEMARANG
Office: Jl. Menoreh Tengah II/ 14 Sampangan Semarang
' 024 – 8505680
***
jurnal distribusi | jurnal ekonomi new | efisien penelitian bandeng
SALURAN DISTRIBUSI PADA USAHA BANDENG PRESTO BU SARJU DI KELURAHAN TAMBAKREJO KEC GAYAMSARI SEMARANG
1. Latar Belakang Masalah
Pada hakekatnya, setiap perusahaan didirikan dengan tujuan tertentu. Salah satu tujuan yang sering ditetapkan oleh perusahaan adalah pencapaian laba yang optimal. Adanya laba memungkinkan perusahaan untuk dapat terus beroperasi sehingga kontinuitas perusahaan diharapkan dapat tercapai. Usaha untuk mencapai laba yang optimal ini tentunya tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan pemasaran yang baik dan tepat. Kegiatan pemasaran yang baik dan tepat akan membantu perusahaan menghadapi persaingan dunia usaha yang makin hari dirasa semakin ketat.
Sebagai salah satu kegiatan pemasaran, penjualan mempunyai peranan yang sangat penting, karena tanpa adanya kemampuan menjual, kelangsungan hidup perusahaan tidak dapat dijamin. Sebaliknya, bila suatu perusahaan mampu meningkatkan volume penjualannya, perusahaan akan mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Meningkatnya keuntungan berarti selangkah lebih maju pada terealisasinya pencapaian laba optimal.
Dalam usahanya meningkatkan volume penjualan, selain penerapan kebijakan produk, harga jual, promosi dan sebagainya, perusahaan dapat pula menentukan kebijakan saluran distribusi. Saluran distribusi memungkinkan perusahaan menyampaikan produk atau jasa yang dihasilkannya pada konsumen, sehingga kebutuhan konsumen akan produk atau jasa tersebut dapat segera terpenuhi. Selain menjamin kelancaran arus distribusi, saluran distribusi yang baik akan memberikan dua keuntungan lain bagi konsumen. Pertama, konsumen dapat memperoleh guna waktu (time utility), karena barang dapat segera diperoleh pada saat yang tepat. Kedua, guna tempat (place utility), karena konsumen dapat memperoleh barang secara mudah ditempat yang diinginkan.
Agar dapat membantu kelancaran arus distribusi barang, perusahaan dapat melibatkan berbagai anggota saluran distribusi yang ada, diantaranya agen, pedagang besar, pedagang eceran, dan sebagainya. Masing-masing anggota saluran distribusi ini mempunyai fungsi dan peran yang berbeda-beda, tergantung pada kegiatan yang dilakukannya. Penentuan jumlah penyalur yang tepat juga termasuk salah satu dalam penentuan kebijakan saluran distribusi.
Menurut Radiosunu (1986), penentuan saluran distribusi merupakan salah satu diantara keputusan manajemen yang paling penting dibidang pemasaran, karena saluran yang dipilih sangat mempengaruhi setiap keputusan lain dibidang pemasaran. Demikian pentingnya saluran distribusi, maka perusahaan dituntut untuk dapat membuat keputusan yang tepat tentang saluran distribusi yang dipilih untuk digunakan.
Dalam rangka menjaga kelangsungan hidup perusahaaan, perusahaan harus dapat terus meningkatkan keuntungan. Hal ini tentunya juga dirasakan oleh usaha Bandeng Presto Bu Sarju di Kelurahan Tambakrejo Kec Gayamsari Semarang. Ketatnya persaingan menyebabkan pebisnis harus berusaha lebih keras lagi untuk dapat menaikkan volume penjualannya, dan berusaha mengambil keputusan dalam masalah saluran distribusi secara tepat yang akan membantu perusahaan dalam mempertahankan kontinuitas usaha dan mencapai tujuan.
Jika volume penjualan perusahaan terus mengalami penurunan, maka laba yang diperoleh juga akan mengalami penurunan. Padahal apabila tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba, maka pemilihan saluran distribusi harus didasarkan pada estimasi tingkat penghasilan yang dapat menutup tingkat investasi kapital. Jadi keputusan tentang investasi juga perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi (Basu Swastha, 1970).
Setiap alternatif saluran distribusi akan membuat tingkat penjualan, biaya, dan laba yang berbeda-beda. Karenanya industri juga harus mampu menentukan saluran distribusi yang menghasilkan ROI (Return of Investment) yang paling besar, agar perusahaan dapat memaksimalkan laba.
Sebab jika kondisi laba yang diperoleh mengalami penurunan dibiarkan terus akan mengancam kelangsungan hidup usaha perusahaan, karena bukan tidak mungkin perusahaan akan mengalami kerugian.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menentukan saluran distribusi yang paling efisien agar produk dapat terdistribusi secara cepat dan dapat menjangkau daerah pemasaran yang luas sehingga dapat meningkatkan volume penjualan serta laba yang besar.
3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan saluran distribusi pada usaha Bandeng Presto Bu Sarju di Kelurahan Tambakrejo Kec Gayamsari Semarang
2) Mengidentifikasikan saluran distribusi yang mempunyai tingkat Return of Investment yang paling tinggi.
3.2. Kegunaan Penelitian
1) Bagi pengusaha sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan saluran distribusi di masa yang akan dating
.
4. Tinjauan Pustaka
Landasan Teori
Di dalam saluran distribusi, ada unsur yang cukup penting. Unsur tersebut adalah lembaga yang bertindak sebagai penghubung antara produsen dengan pasar yang memudahkan suatu produk untuk dinikmati kegunaannya oleh pasar. Secara umum terdapat 2 golongan perantara pemasaran dalam saluran distribusi, yaitu: (Drs. Basu Swastha dan Irawan, 1990)
Perantara Pedagang
Perantara Agen
Perantara Pedagang
Perantara pedagang (merchant middlemen) yaitu perantara pedagang yang bertanggung jawab terhadap kepemilikan semua barang yang dipasarkannya. Istilah pedagang disini digunakan untuk memberikan gambaran bahwa usahanya mempunyai hubungan yang erat dengan kepemilikan barang. Tetapi kegiatan perantara ini berbeda dengan lembaga-lembaga lain seperti bank, perusahaan asuransi dan perusahaan angkutan. Sebab walaupun lembaga-lembaga tersebut ikut membantu proses pemasaran, tetapi tidak secara aktif terlibat dalam perjanjian pembelian dan penjualan.
Adapun lembaga-lembaga yang termasuk dalam perantara pedagang ini adalah :
1. Pedagang besar (wholesaler)
Pedagang besar adalah sebuah unit yang membeli dan menjual barang-barang kembali kepada pengecer dan pedagang lain, atau pemakai industri, atau pemakai lembaga dan pemakai komersial yang tidak menjual dengan volume yang sama kepada konsumen akhir. (Drs. Basu Swastha, 1981)
Adapun ciri-ciri pedagang besar adalah sebagai berikut :
Mempunyai hak penuh atas barang yang ada padanya.
Dalam memperoleh barang dagangannya, pedagang besar membeli dari produsen, agen atau perwakilannya.
Dalam operasinya, pedagang besar menjual dalam jumlah yang relatif besar kepada pedagang lain.
Kedudukan pedagang besar dengan produsen terpisah sehingga resiko yang terjadi atas barang yang sudah dibeli oleh pedagang besar menjadi tanggung jawab pedagang besar.
Kedudukan yang terpisah dengan produsen ini mengakibatkan kerja sama dengan produsen kurang tepat.
Hanya melayani penjualan dalam jumlah besar sehingga tidak memerlukan advertensi dan penjualan agresif.
Pedagang besar dapat digolongkan menjadi :
Menurut fungsi yang dilakukan
Pedagang besar dengan servis penuh.
Bahwa mereka menjalankan semua fungsi yang ada, yang meliputi fungsi pembelian, penjualan, pembagian, pengangkutan, pembelanjaan, penyimpanan, penanggulangan resiko, serta informasi dan sarana manajemen.
Pedagang besar dengan fungsi terbatas
Mereka menjadi pedagang besar dengan fungsi terbatas karena beberapa fungsi atau servis yang semula mereka lakukan sekarang mereka tinggalkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasi.
Menurut daerah yang dilayani
Pedagang besar nasional, yaitu pedagang besar yang melayani daerah operasi seluruh Indonesia.
Pedagang besar regional, yaitu pedagang besar yang melayani daerah operasi dalam 1 propinsi.
Pedagang besar lokal, yaitu pedagang besar yang melayani langganannya disatu kota atau satu daerah kabupaten.
2. Pengecer (retailer)
Pengecer meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir unruk kepentingan pribadi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya penjualan secara langsung dengan para pemakai industri, karena tidak semua barang diindustri, selalu dibeli dalam jumlah yang besar.
Secara definitif dapat dikatakan bahwa pengecer adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha dengan menjual barang kepada konsumen akhir dengan keperluan non-bisnis. Pengecer dapat memberikan pelayanan kepada konsumen agar pembeliannya dapat dilakukan dengan cara yang semudah mungkin. Pengecer yang bertanggung jawab dalam menyediakan berbagai macam barang yang baik dengan harga yang layak.
Perantara Agen
Perantara agen digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu :
Agen penunjang
Agen penunjang merupakan agen yang mengkhususkan kegiatannya dalam beberapa aspek pemindahan barang dan jasa. Mereka terbagi dalam beberapa golongan, yaitu agen pengangkutan borongan (balk agent), agen penyimpanan (strorage agent), dan agen pembelian (purchase and sales agent).
Agen pelengkap
Agen pelengkap berfungsi melaksanakan jasa-jasa tambahan dan penyaluran barang dengan tujuan memperbaiki adanya kekurangan-kekurangan. Jasa-jasa yang dilaksanakan antara lain berupa jasa komunikasi, jasa finansial, informasi, dan jasa khusus lainnya. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang , maka dapat digantikan oleh agen pelengkap.
Bentuk-Bentuk Saluran Distribusi
Dalam memasarkan produknya, ada beberapa alternatif saluran distribusi yang dapat dipakai untuk mendistribusikan produk tersebut kepada konsumen. Alternatif tersebut didasarkan pada barang konsumsi dan barang industri. Dalam penyaluran barang-barang yang ditujukan untuk pasar konsumen biasa terdapat lima macam saluran distribusi, yaitu: (Drs. Basu Swastha dan Irawan, 1990)
Produsen à Konsumen
Bentuk saluran distribusi ini adalah letak saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana, tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pasar atau langsung mendatangi rumah konsumen.
Produsen à Pengecer à Konsumen
Saluran distribusi ini juga disebut saluran distribusi langsung. Disini pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Beberapa produsen mendirikan toko pengecer sehingga dapat langsung melayani konsumen.
Produsen à Pedagang Besar à Pengecer à Konsumen
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani oleh pengecer.
Produsen à Agen à Pengecer à Konsumen
Disini, produsen memilih agen sebagai penyalur. Agen menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan pada para pengecer besar. Kemudian pengecer menjualnya kepada konsumen akhir.
Produsen à Agen à Pedagang Besar à Pengecer à Konsumen
Dalam saluran distribusi ini, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya pada pedagang besar yang kemudian menjualnya pada toko-toko pengecer. Agen yang terlibat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.
Menentukan Jumlah Perantara
Setelah menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, perusahaan perlu menentukan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai pedagang besar atau pengecer.
Alasan Menggunakan Perantara
Selama suatu lembaga atau perusahaan itu menawarkan barang atau jasa, masalah industri ini tidak dapat dipisahkan. Kegiatan distribusi selalu dilakukan meskipun tidak menggunakan perantara. Jadi, kegiatan distribusinya langsung diarahkan oleh produsen kepada konsumennya. Namun tidak jarang para perantara itu digunakan oleh produsen untuk mendistribusikan hasil produksinya kepada pembali akhir., Dasar penggunaan saluran distribusi adalah untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Produsen dapat mengharapkan kerjasama dalam saluran distribusi akan menciptakan hasil penjualan yang lebih meyakinkan sehingga volume penjualan semakin meningkat.
Dapat disebutkan disini bahwa penggunaan perantara mempunyai beberapa keuntungan, yaitu : (Drs. Basu Swastha dan Irawan, 1990)
Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen. Produsen cukup menghubungi perantara untuk menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak. Ini dipandang lebih efisien.
Kegiatan distribusinya cukup baik bilamana perantara sudah memiliki pengalaman. Mereka dipandang lebih baik karena memang tugas yang dilakukan mereka hanyalah dibidang distribusi.
Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu menyediakannya.
Perantara dapat membantu dibidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transport sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen untuk mencarinya.
Perantara dapat membantu dibidang penyimpanan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penyimpanan, seperti gudang atau fasilitas penyimpanan lainnya sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat memenuhinya.
Perantara dapat membantu dibidang keuangan dengan menyediakan sejumlah dana untuk melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir, atau untuk melakukan pembelian tunai kepada produsen.
Keuntungan lain yang dapat diharapkan oleh produsen dari perantara ini adalah :
Membantu dalam pencarian konsumen.
Membantu dalam kegiatan promosi.
Membantu dalam penyediaan informasi.
Membantu dalam pengepakan dan pembungkusan.
Membantu dalam penyortiran.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Distribusi
Dalam menentukan saluran distribusi yang digunakan, produsen harus memperhatikan berbagai faktor yang berpengaruh dalam pemilihan suatu saluran distribusi. Menurut Drs Basu Swastha dan Irawan (1990), faktor-faktor tersebut antara lain adalah :
Pertimbangan pasar
Karena saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan faktor penentu dalam pemilihan saluran distribusi. Beberapa faktor pasar yang harus diperhatikan adalah :
Pasar konsumen atau pasar industri
Apabila pasarnya berupa pasar konsumen maka perusahaan akan menggunakan lebih dari 1 saluran dan sebaliknya untuk pasar industri jarang digunakan saluran.
Jumlah pembeli potensial
Jika jumlah konsumen relatif kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat menggunakan penjualan secara langsung kepada konsumen.
Konsentrasi pasar secara geografis
Secara geografis, pasar dapat dibagi menjadi beberapa konsentrasi seperti industri tekstil, kertas, dan sebagainya. Untuk daerah konsentrasi yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.
Jumlah pesanan
Jika volume yang dibeli oleh pemakai industri relatif kecil,maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.
Pertimbangan barang
Beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan dari segi barang ini adalah :
Nilai unit
Jika nilai dari barang yang dijual relatif rendah maka produsen cenderung untuk menggunakan saluran distribusi yang panjang. Sebaliknya jika nilai unit relatif tinggi, maka saluran distribusinya langsung.
Besar dan berat barang
Apabila ongkos angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai produk secara total, sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan maka sebagian beban tersebut dialihkan kepada perantara.Mudah rusaknya barang
Jika barang yang dijual mudah rusak, maka perusahaan tidak perlu menggunakan perantara. Jika ingin menggunakan perantara maka harus dipilih yang memiliki fasilitas penyimpanan yang cukup baik.
Sifat teknis
Untuk jenis barang industri seperti instalasi, bahan baku dan peralatan lainnya, biasanya disalurkan secara langsung pada pemakai industri. Dalam hal ini produsen atau penyedianya harus mempunyai penjual yang dapat menerangkan masalah teknis penggunaan dan pemeliharaan serta memberikan servis yang baik sebelum maupun sesudah penjualan.
Barang standar dan pesanan
Jika barang yang dijual berupa barang standar maka dipelihara sejumlah persediaan pada penyalur. Sebaliknya, jika barang yang dijual berdasarkan pesanan maka penyalur tidak perlu memelihara persediaan.
Luasnya produk line
Jika perusahaan hanya membuat satu macam barang, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur adalah baik. Tetapi jika macam barangnya banyak maka perusahaan dapat menjual langsung pada pengecer.
Pertimbangan perusahaan
Dari segi perusahaan, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan yaitu :
Sumber pembelanjaan
Perusahaan yang kuat dari segi keuangannya, kebanyakan menggunakan saluran distribusi pendek atau langsung. Sedangkan perusahaan yang tidak memiliki keuangan yang kuat akan cenderung menggunakan saluran distribusi yang panjang.
Pengalaman dan kemampuan manajemen
Biasanya perusahaan yang menjual produk baru atau ingin menguasai pasar baru lebih suka menggunakan perantara. Hal ini umumnya karena perantara sudah berpengalaman, sehingga manajemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.
Pengawasan perantara
Dengan pengawasan atau saluran distribusinya, perhatian lebih agresif dalam menjaga persediaan barangnya dan dapat mengawasi harga eceran barangnya.
Pelayanan yang diberikan oleh penjual
Jika produsen mau memberikan pelayanan yang lebih baik, maka lebih baik banyak perantara yang bersedia menjadi penyalurnya.
Pertimbangan perantara
Dari segi perantara, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
Pelayanan yang diberikan oleh perantara
Perantara dengan pelayanan yang lebih baik dipilih oleh perusahaan sebagai penyalur.
Kegunaan perantara
Perantara yang dapat mendistribusikan barang dengan baik dan selalu mempunyai inisiatif untuk kemajuan perusahaan yang akan dipilih oleh perusahaan sebagai penyalur.
Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen
Perantara yang mau menerima kebijaksanaan dari produsen yang akan dipilih oleh perusahaan, karena hal ini akan mengurangi tanggung jawab produsen dalam menghadapi berbagai resiko.
Volume penjualan
Produsen akan lebih cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan barangnya dalam volume yang lebih besar untuk jangka waktu yang lama.
Biaya
Jika biaya dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan digunakannya perantara, maka hal ini dapat digunakan terus.
Prosedur Menentukan Saluran Distribusi
Memilih dan menentukan saluran distribusi merupakan kegiatan lebih lanjut setelah produk selesai dibuat. Namun demikian, memilih dan menentukan saluran distribusi bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam prosedur menentukan saluran distribusi, pengusaha akan dihadapkan pada berbagai pertanyaan seperti: lembaga distribusi apa yang akan digunakan, berapa banyaknya, dan berbagai pertanyaan lainnya.
Menurut Soehadi Sigit (1980) prosedur menentukan saluran distribusi umumnya adalah sebagai berikut :
Melakukan analisis terhadap produk yang akan dipasarkan untuk menetukan sifat-sifat dan gunanya.
Menetukan sifat-sifat produk dan luasnya pasar.
Meninjau saluran-saluran distribusi yang sudah ada atau yang mungkin dapat digunakan.
Menilai masing-masing saluran distribusi dari sudut potensi penjual, biaya yang layak dan laba yang wajar.
Melakukan market survey untuk mengetahui pendapat pembeli dan perantara mengenai saluran distribusi yang digunakan oleh para pesaing.
Menetukan sifat-sifat dan luasnya kerjasama antara manufaktur dengan saluran-saluran distribusi yang akan digunakan.
Merumuskan bantuan-bantuan apa yang dapat diberikan oleh manufaktur kepada penyalur-penyalur.
Melakukan penilaian secara kontinyu terhadap saluran distribusi yang telah digunakan, mengingat adanya perkembangan-perkembangan pasar.
Hipotesis
Hiotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kebenarannya. Dia akan diterima jika bahan-bahan penyelidikan membenarkan pernyataan itu dan akan ditolak jika kenyataan menyangkalnya (Sutrisna Hadi, 1996)
Maka berdasarkan pokok permasalahan dan tujuan penelitian diatas, hipotesisnya :
Saluran distribusi Produsen à Agen à Konsumen merupakan saluran distribusi yang paling efisien.
Saluran distribusi Produsen à Agen à Konsumen memiliki tingkat return of investment (ROI) yang paling tinggi.
Metode Penelitian
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel Penelitian
Berkaitan dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini maka akan didapat beberapa variabel penelitian. Adapun variabel-variabel penelitian tersebut adalah :
Variabel Terikat
Efisiensi saluran distribusi
Variabel Bebas
Volume penjualan perusahaan
Biaya distribusi perusahaan
Definisi operasional
Variabel Terikat
Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor unsur yang ada atau muncul dipengaruhi oleh adanya variabel besar, (Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, 1998). Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah :
Variabel tingkat efisiensi saluran distribusi
Tingkat efisiensi distribusi dan tingkat ROI yang tinggi dapat diartikan sebagai tingkat efisiensi saluran distribusi perusahaan, yang diukur dengan perbandingan volume penjualan dan biaya distribusi perusahaan.
Variabel Bebas
Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau unsur lain.
Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah :
Volume penjualan
Volume penjualan adalah tingkat penjualan perusahaan selama 3 thaun terakhir.
Biaya distribusi
Biaya distribusi adalah semua biaya yang harus ditanggung perusahaan dalam suatu saluran distribusi. Dalam penelitian ini biaya distribusi dihitung setiap saluran distribusi. Biaya distribusi merupakan biaya pengiriman dan biaya berlangganan biro jasa ekspedisi pengiriman.
Penentuan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kegiatan distribusi yang dilakukan perusahaan sejak perusahaan itu berdiri hingga sekarang. Sedangkan sampelnya diambil dari kegiatan serta hasil penjualan selama 3 tahun terakhir.
Jenis dan Sumber Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi :
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya tanpa pihak lain. Dilakukan dengan cara wawancara. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian.
b. Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan secara tidak langsung. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Data penjualan perusahaan selama 3 tahun terakhir;
Data biaya distribusi perusahaan selama 3 tahun terakhir;
Gambaran umum perusahaan.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data disesuaikan dengan keadaan dan kondisi objek penelitian. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah :
Inerview, yaitu mengadakan wawancara langsung dengan objek penelitian untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan
Observasi, yaitu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan sacara langsung terhadap objek yang diteliti.
Kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan data dan keterangan dari referensi, dan sumber informasi yang relevan dengan penelitian.
Metode Analisis
Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka data yang telah berhasil dikumpulkan perlu dianalisis. Adapun proses analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Analisis Efisiensi Distribusi Produk dan Uji Beda Rata-Rata Tingkat Efisiensi Distribusi Produk
· Analisis Efisiensi Distribusi Produk
Menurut J. Supranto (1993) penentuan efisiensi saluran distribusi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus prosentase antara biaya distribusi terhadap hasil penjualan. Untuk menghitung rata-rata tingkat efisiensi distribusi produk maka dilakukan perbandingan antara hasil penjualan (output) dengan biaya distribusi (input) (Sarwoto,1990).
· Analisis Uji Beda Rata-Rata Tingkat Efisiensi Distribusi Produk
Setelah rata-rata tingkat efisiensi distribusi produk pada masing-masing daerah diketahui, maka dilakukan perbandingan serta diuji untuk membuktikan ada tidaknya perbedaab diantara daerah pemasaran tersebut, untuk itu disusun hipotesis sebagai berikut :
Ho: µ1 = µ2 ; berarti tidak ada perbedaan rata-rata tingkat efisiensi distribusi produk antar daerah pemasaran.
Hi: µ1 = µ2 ; berarti terdapat perbedaan rata-rata tingkat efisiensi ditribusi produk antar daerah pemasaran.
Sedangkan pada saat uji-t (Sudjana,1982) dirumuskan sebagai berikut :
………………………………………….(1)
dimana ……………….………………………(2)
…………………………….(3)
Keterangan:
X = rata-rata efisiensi
X1 = efisiensi
S2 = deviasi standar
n = jumlah sampel
Pengujian dilakukan dengan 2 arah, yaitu pada tingkat kepercayaan 95% (α = 5%) dan derajat kebebasan (n1+n2-2).
6. Rencana Kegiatan
Kegiatan BULAN
1 1 2 2 3 3 4 4
1. Persiapan Penelitian dan Perijinan
2. Persiapan Instrumen & Pra Survei
3. Pengumpulan Data
4. Tabulasi & Analisis Data
5. Laporan dan Seminar
BIOGRAFI PENELITI
1. Nama Lengkap : Muhamad Sobirin
2. NIM : 071010093
3. FAK/PROGDI : Ekonomi/ Manajemen
4. Perguruan Tinggi : Universitas Wahid Hasyim Semarang
5. Waktu untuk Kegiatan : 5 jam/minggu
BIOGRAFI DOSEN PENDAMPING
1. Nama Lengkap : Drs Umar Chadiq, MM
2. NIP : 131636146
3. Golongan/Pangkat : IIIC/Asistanst Ahli
4. Jabatan Fungsional : Asistan Ahli
5. Jabatan Struktural
6. Fak/Progdi : Ekonomi/Manajemen
7. Perguruan Tinggi : Universitas Wahid Hasyim Semarang
8. Bidang Keahlian : Manajemen Pemasaran
9. Waktu untuk Kegiatan : 4 jam/minggu
DAFTAR PUSTAKA
Guiltinan, Joseph dan Paul, Gordon, 1987, Cases In Marketing Management, New York, MsGraw-Hill Book Inc
Kotler, Philip, 1992, Manjemen Pemasaran Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian, Edisi keenam, jilid I, diterjemahkan oleh Jaka Wasana, Erlangga Jakarta
Kotler, Philip, 1994, Manjemen Pemasaran Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian, Edisi keenam, jilid II, diterjemahkan oleh Jaka Wasana, Erlangga Jakarta
Radiosunu, 1987, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian, jilid I, Erlangga Jakarta
Sigit, Soehardi, 1980, Marketing Praktis, BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi, 1998, Metode Penelitian Survey, LP3S, Jakarta
Stanton, J. William, 1993, Prinsip Pemasaran, Jilid II, diterjemahkan oleh Drs Sadu Sudaru, Erlangga Jakarta
Swasta, Basu, 1981, Saluran Pemasaran, Edisi Pertama, BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Swasta, Basu, 1996, Azas-Azas Marketing, Edisi Ketiga, Liberty, Yogyakarta
Swasta, Basu dan Irawan, 1997, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta
1. Latar Belakang Masalah
Pada hakekatnya, setiap perusahaan didirikan dengan tujuan tertentu. Salah satu tujuan yang sering ditetapkan oleh perusahaan adalah pencapaian laba yang optimal. Adanya laba memungkinkan perusahaan untuk dapat terus beroperasi sehingga kontinuitas perusahaan diharapkan dapat tercapai. Usaha untuk mencapai laba yang optimal ini tentunya tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan pemasaran yang baik dan tepat. Kegiatan pemasaran yang baik dan tepat akan membantu perusahaan menghadapi persaingan dunia usaha yang makin hari dirasa semakin ketat.
Sebagai salah satu kegiatan pemasaran, penjualan mempunyai peranan yang sangat penting, karena tanpa adanya kemampuan menjual, kelangsungan hidup perusahaan tidak dapat dijamin. Sebaliknya, bila suatu perusahaan mampu meningkatkan volume penjualannya, perusahaan akan mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Meningkatnya keuntungan berarti selangkah lebih maju pada terealisasinya pencapaian laba optimal.
Dalam usahanya meningkatkan volume penjualan, selain penerapan kebijakan produk, harga jual, promosi dan sebagainya, perusahaan dapat pula menentukan kebijakan saluran distribusi. Saluran distribusi memungkinkan perusahaan menyampaikan produk atau jasa yang dihasilkannya pada konsumen, sehingga kebutuhan konsumen akan produk atau jasa tersebut dapat segera terpenuhi. Selain menjamin kelancaran arus distribusi, saluran distribusi yang baik akan memberikan dua keuntungan lain bagi konsumen. Pertama, konsumen dapat memperoleh guna waktu (time utility), karena barang dapat segera diperoleh pada saat yang tepat. Kedua, guna tempat (place utility), karena konsumen dapat memperoleh barang secara mudah ditempat yang diinginkan.
Agar dapat membantu kelancaran arus distribusi barang, perusahaan dapat melibatkan berbagai anggota saluran distribusi yang ada, diantaranya agen, pedagang besar, pedagang eceran, dan sebagainya. Masing-masing anggota saluran distribusi ini mempunyai fungsi dan peran yang berbeda-beda, tergantung pada kegiatan yang dilakukannya. Penentuan jumlah penyalur yang tepat juga termasuk salah satu dalam penentuan kebijakan saluran distribusi.
Menurut Radiosunu (1986), penentuan saluran distribusi merupakan salah satu diantara keputusan manajemen yang paling penting dibidang pemasaran, karena saluran yang dipilih sangat mempengaruhi setiap keputusan lain dibidang pemasaran. Demikian pentingnya saluran distribusi, maka perusahaan dituntut untuk dapat membuat keputusan yang tepat tentang saluran distribusi yang dipilih untuk digunakan.
Dalam rangka menjaga kelangsungan hidup perusahaaan, perusahaan harus dapat terus meningkatkan keuntungan. Hal ini tentunya juga dirasakan oleh usaha Bandeng Presto Bu Sarju di Kelurahan Tambakrejo Kec Gayamsari Semarang. Ketatnya persaingan menyebabkan pebisnis harus berusaha lebih keras lagi untuk dapat menaikkan volume penjualannya, dan berusaha mengambil keputusan dalam masalah saluran distribusi secara tepat yang akan membantu perusahaan dalam mempertahankan kontinuitas usaha dan mencapai tujuan.
Jika volume penjualan perusahaan terus mengalami penurunan, maka laba yang diperoleh juga akan mengalami penurunan. Padahal apabila tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba, maka pemilihan saluran distribusi harus didasarkan pada estimasi tingkat penghasilan yang dapat menutup tingkat investasi kapital. Jadi keputusan tentang investasi juga perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi (Basu Swastha, 1970).
Setiap alternatif saluran distribusi akan membuat tingkat penjualan, biaya, dan laba yang berbeda-beda. Karenanya industri juga harus mampu menentukan saluran distribusi yang menghasilkan ROI (Return of Investment) yang paling besar, agar perusahaan dapat memaksimalkan laba.
Sebab jika kondisi laba yang diperoleh mengalami penurunan dibiarkan terus akan mengancam kelangsungan hidup usaha perusahaan, karena bukan tidak mungkin perusahaan akan mengalami kerugian.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menentukan saluran distribusi yang paling efisien agar produk dapat terdistribusi secara cepat dan dapat menjangkau daerah pemasaran yang luas sehingga dapat meningkatkan volume penjualan serta laba yang besar.
3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan saluran distribusi pada usaha Bandeng Presto Bu Sarju di Kelurahan Tambakrejo Kec Gayamsari Semarang
2) Mengidentifikasikan saluran distribusi yang mempunyai tingkat Return of Investment yang paling tinggi.
3.2. Kegunaan Penelitian
1) Bagi pengusaha sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan saluran distribusi di masa yang akan dating
.
4. Tinjauan Pustaka
Landasan Teori
Di dalam saluran distribusi, ada unsur yang cukup penting. Unsur tersebut adalah lembaga yang bertindak sebagai penghubung antara produsen dengan pasar yang memudahkan suatu produk untuk dinikmati kegunaannya oleh pasar. Secara umum terdapat 2 golongan perantara pemasaran dalam saluran distribusi, yaitu: (Drs. Basu Swastha dan Irawan, 1990)
Perantara Pedagang
Perantara Agen
Perantara Pedagang
Perantara pedagang (merchant middlemen) yaitu perantara pedagang yang bertanggung jawab terhadap kepemilikan semua barang yang dipasarkannya. Istilah pedagang disini digunakan untuk memberikan gambaran bahwa usahanya mempunyai hubungan yang erat dengan kepemilikan barang. Tetapi kegiatan perantara ini berbeda dengan lembaga-lembaga lain seperti bank, perusahaan asuransi dan perusahaan angkutan. Sebab walaupun lembaga-lembaga tersebut ikut membantu proses pemasaran, tetapi tidak secara aktif terlibat dalam perjanjian pembelian dan penjualan.
Adapun lembaga-lembaga yang termasuk dalam perantara pedagang ini adalah :
1. Pedagang besar (wholesaler)
Pedagang besar adalah sebuah unit yang membeli dan menjual barang-barang kembali kepada pengecer dan pedagang lain, atau pemakai industri, atau pemakai lembaga dan pemakai komersial yang tidak menjual dengan volume yang sama kepada konsumen akhir. (Drs. Basu Swastha, 1981)
Adapun ciri-ciri pedagang besar adalah sebagai berikut :
Mempunyai hak penuh atas barang yang ada padanya.
Dalam memperoleh barang dagangannya, pedagang besar membeli dari produsen, agen atau perwakilannya.
Dalam operasinya, pedagang besar menjual dalam jumlah yang relatif besar kepada pedagang lain.
Kedudukan pedagang besar dengan produsen terpisah sehingga resiko yang terjadi atas barang yang sudah dibeli oleh pedagang besar menjadi tanggung jawab pedagang besar.
Kedudukan yang terpisah dengan produsen ini mengakibatkan kerja sama dengan produsen kurang tepat.
Hanya melayani penjualan dalam jumlah besar sehingga tidak memerlukan advertensi dan penjualan agresif.
Pedagang besar dapat digolongkan menjadi :
Menurut fungsi yang dilakukan
Pedagang besar dengan servis penuh.
Bahwa mereka menjalankan semua fungsi yang ada, yang meliputi fungsi pembelian, penjualan, pembagian, pengangkutan, pembelanjaan, penyimpanan, penanggulangan resiko, serta informasi dan sarana manajemen.
Pedagang besar dengan fungsi terbatas
Mereka menjadi pedagang besar dengan fungsi terbatas karena beberapa fungsi atau servis yang semula mereka lakukan sekarang mereka tinggalkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasi.
Menurut daerah yang dilayani
Pedagang besar nasional, yaitu pedagang besar yang melayani daerah operasi seluruh Indonesia.
Pedagang besar regional, yaitu pedagang besar yang melayani daerah operasi dalam 1 propinsi.
Pedagang besar lokal, yaitu pedagang besar yang melayani langganannya disatu kota atau satu daerah kabupaten.
2. Pengecer (retailer)
Pengecer meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir unruk kepentingan pribadi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya penjualan secara langsung dengan para pemakai industri, karena tidak semua barang diindustri, selalu dibeli dalam jumlah yang besar.
Secara definitif dapat dikatakan bahwa pengecer adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha dengan menjual barang kepada konsumen akhir dengan keperluan non-bisnis. Pengecer dapat memberikan pelayanan kepada konsumen agar pembeliannya dapat dilakukan dengan cara yang semudah mungkin. Pengecer yang bertanggung jawab dalam menyediakan berbagai macam barang yang baik dengan harga yang layak.
Perantara Agen
Perantara agen digolongkan ke dalam 2 golongan yaitu :
Agen penunjang
Agen penunjang merupakan agen yang mengkhususkan kegiatannya dalam beberapa aspek pemindahan barang dan jasa. Mereka terbagi dalam beberapa golongan, yaitu agen pengangkutan borongan (balk agent), agen penyimpanan (strorage agent), dan agen pembelian (purchase and sales agent).
Agen pelengkap
Agen pelengkap berfungsi melaksanakan jasa-jasa tambahan dan penyaluran barang dengan tujuan memperbaiki adanya kekurangan-kekurangan. Jasa-jasa yang dilaksanakan antara lain berupa jasa komunikasi, jasa finansial, informasi, dan jasa khusus lainnya. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang , maka dapat digantikan oleh agen pelengkap.
Bentuk-Bentuk Saluran Distribusi
Dalam memasarkan produknya, ada beberapa alternatif saluran distribusi yang dapat dipakai untuk mendistribusikan produk tersebut kepada konsumen. Alternatif tersebut didasarkan pada barang konsumsi dan barang industri. Dalam penyaluran barang-barang yang ditujukan untuk pasar konsumen biasa terdapat lima macam saluran distribusi, yaitu: (Drs. Basu Swastha dan Irawan, 1990)
Produsen à Konsumen
Bentuk saluran distribusi ini adalah letak saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana, tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pasar atau langsung mendatangi rumah konsumen.
Produsen à Pengecer à Konsumen
Saluran distribusi ini juga disebut saluran distribusi langsung. Disini pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Beberapa produsen mendirikan toko pengecer sehingga dapat langsung melayani konsumen.
Produsen à Pedagang Besar à Pengecer à Konsumen
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani oleh pengecer.
Produsen à Agen à Pengecer à Konsumen
Disini, produsen memilih agen sebagai penyalur. Agen menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan pada para pengecer besar. Kemudian pengecer menjualnya kepada konsumen akhir.
Produsen à Agen à Pedagang Besar à Pengecer à Konsumen
Dalam saluran distribusi ini, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya pada pedagang besar yang kemudian menjualnya pada toko-toko pengecer. Agen yang terlibat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.
Menentukan Jumlah Perantara
Setelah menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, perusahaan perlu menentukan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai pedagang besar atau pengecer.
Alasan Menggunakan Perantara
Selama suatu lembaga atau perusahaan itu menawarkan barang atau jasa, masalah industri ini tidak dapat dipisahkan. Kegiatan distribusi selalu dilakukan meskipun tidak menggunakan perantara. Jadi, kegiatan distribusinya langsung diarahkan oleh produsen kepada konsumennya. Namun tidak jarang para perantara itu digunakan oleh produsen untuk mendistribusikan hasil produksinya kepada pembali akhir., Dasar penggunaan saluran distribusi adalah untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Produsen dapat mengharapkan kerjasama dalam saluran distribusi akan menciptakan hasil penjualan yang lebih meyakinkan sehingga volume penjualan semakin meningkat.
Dapat disebutkan disini bahwa penggunaan perantara mempunyai beberapa keuntungan, yaitu : (Drs. Basu Swastha dan Irawan, 1990)
Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen. Produsen cukup menghubungi perantara untuk menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak. Ini dipandang lebih efisien.
Kegiatan distribusinya cukup baik bilamana perantara sudah memiliki pengalaman. Mereka dipandang lebih baik karena memang tugas yang dilakukan mereka hanyalah dibidang distribusi.
Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu menyediakannya.
Perantara dapat membantu dibidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transport sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen untuk mencarinya.
Perantara dapat membantu dibidang penyimpanan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas penyimpanan, seperti gudang atau fasilitas penyimpanan lainnya sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat memenuhinya.
Perantara dapat membantu dibidang keuangan dengan menyediakan sejumlah dana untuk melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir, atau untuk melakukan pembelian tunai kepada produsen.
Keuntungan lain yang dapat diharapkan oleh produsen dari perantara ini adalah :
Membantu dalam pencarian konsumen.
Membantu dalam kegiatan promosi.
Membantu dalam penyediaan informasi.
Membantu dalam pengepakan dan pembungkusan.
Membantu dalam penyortiran.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran Distribusi
Dalam menentukan saluran distribusi yang digunakan, produsen harus memperhatikan berbagai faktor yang berpengaruh dalam pemilihan suatu saluran distribusi. Menurut Drs Basu Swastha dan Irawan (1990), faktor-faktor tersebut antara lain adalah :
Pertimbangan pasar
Karena saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan faktor penentu dalam pemilihan saluran distribusi. Beberapa faktor pasar yang harus diperhatikan adalah :
Pasar konsumen atau pasar industri
Apabila pasarnya berupa pasar konsumen maka perusahaan akan menggunakan lebih dari 1 saluran dan sebaliknya untuk pasar industri jarang digunakan saluran.
Jumlah pembeli potensial
Jika jumlah konsumen relatif kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat menggunakan penjualan secara langsung kepada konsumen.
Konsentrasi pasar secara geografis
Secara geografis, pasar dapat dibagi menjadi beberapa konsentrasi seperti industri tekstil, kertas, dan sebagainya. Untuk daerah konsentrasi yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.
Jumlah pesanan
Jika volume yang dibeli oleh pemakai industri relatif kecil,maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.
Pertimbangan barang
Beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan dari segi barang ini adalah :
Nilai unit
Jika nilai dari barang yang dijual relatif rendah maka produsen cenderung untuk menggunakan saluran distribusi yang panjang. Sebaliknya jika nilai unit relatif tinggi, maka saluran distribusinya langsung.
Besar dan berat barang
Apabila ongkos angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai produk secara total, sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan maka sebagian beban tersebut dialihkan kepada perantara.Mudah rusaknya barang
Jika barang yang dijual mudah rusak, maka perusahaan tidak perlu menggunakan perantara. Jika ingin menggunakan perantara maka harus dipilih yang memiliki fasilitas penyimpanan yang cukup baik.
Sifat teknis
Untuk jenis barang industri seperti instalasi, bahan baku dan peralatan lainnya, biasanya disalurkan secara langsung pada pemakai industri. Dalam hal ini produsen atau penyedianya harus mempunyai penjual yang dapat menerangkan masalah teknis penggunaan dan pemeliharaan serta memberikan servis yang baik sebelum maupun sesudah penjualan.
Barang standar dan pesanan
Jika barang yang dijual berupa barang standar maka dipelihara sejumlah persediaan pada penyalur. Sebaliknya, jika barang yang dijual berdasarkan pesanan maka penyalur tidak perlu memelihara persediaan.
Luasnya produk line
Jika perusahaan hanya membuat satu macam barang, maka penggunaan pedagang besar sebagai penyalur adalah baik. Tetapi jika macam barangnya banyak maka perusahaan dapat menjual langsung pada pengecer.
Pertimbangan perusahaan
Dari segi perusahaan, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan yaitu :
Sumber pembelanjaan
Perusahaan yang kuat dari segi keuangannya, kebanyakan menggunakan saluran distribusi pendek atau langsung. Sedangkan perusahaan yang tidak memiliki keuangan yang kuat akan cenderung menggunakan saluran distribusi yang panjang.
Pengalaman dan kemampuan manajemen
Biasanya perusahaan yang menjual produk baru atau ingin menguasai pasar baru lebih suka menggunakan perantara. Hal ini umumnya karena perantara sudah berpengalaman, sehingga manajemen dapat mengambil pelajaran dari mereka.
Pengawasan perantara
Dengan pengawasan atau saluran distribusinya, perhatian lebih agresif dalam menjaga persediaan barangnya dan dapat mengawasi harga eceran barangnya.
Pelayanan yang diberikan oleh penjual
Jika produsen mau memberikan pelayanan yang lebih baik, maka lebih baik banyak perantara yang bersedia menjadi penyalurnya.
Pertimbangan perantara
Dari segi perantara, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
Pelayanan yang diberikan oleh perantara
Perantara dengan pelayanan yang lebih baik dipilih oleh perusahaan sebagai penyalur.
Kegunaan perantara
Perantara yang dapat mendistribusikan barang dengan baik dan selalu mempunyai inisiatif untuk kemajuan perusahaan yang akan dipilih oleh perusahaan sebagai penyalur.
Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen
Perantara yang mau menerima kebijaksanaan dari produsen yang akan dipilih oleh perusahaan, karena hal ini akan mengurangi tanggung jawab produsen dalam menghadapi berbagai resiko.
Volume penjualan
Produsen akan lebih cenderung memilih perantara yang dapat menawarkan barangnya dalam volume yang lebih besar untuk jangka waktu yang lama.
Biaya
Jika biaya dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan digunakannya perantara, maka hal ini dapat digunakan terus.
Prosedur Menentukan Saluran Distribusi
Memilih dan menentukan saluran distribusi merupakan kegiatan lebih lanjut setelah produk selesai dibuat. Namun demikian, memilih dan menentukan saluran distribusi bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam prosedur menentukan saluran distribusi, pengusaha akan dihadapkan pada berbagai pertanyaan seperti: lembaga distribusi apa yang akan digunakan, berapa banyaknya, dan berbagai pertanyaan lainnya.
Menurut Soehadi Sigit (1980) prosedur menentukan saluran distribusi umumnya adalah sebagai berikut :
Melakukan analisis terhadap produk yang akan dipasarkan untuk menetukan sifat-sifat dan gunanya.
Menetukan sifat-sifat produk dan luasnya pasar.
Meninjau saluran-saluran distribusi yang sudah ada atau yang mungkin dapat digunakan.
Menilai masing-masing saluran distribusi dari sudut potensi penjual, biaya yang layak dan laba yang wajar.
Melakukan market survey untuk mengetahui pendapat pembeli dan perantara mengenai saluran distribusi yang digunakan oleh para pesaing.
Menetukan sifat-sifat dan luasnya kerjasama antara manufaktur dengan saluran-saluran distribusi yang akan digunakan.
Merumuskan bantuan-bantuan apa yang dapat diberikan oleh manufaktur kepada penyalur-penyalur.
Melakukan penilaian secara kontinyu terhadap saluran distribusi yang telah digunakan, mengingat adanya perkembangan-perkembangan pasar.
Hipotesis
Hiotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kebenarannya. Dia akan diterima jika bahan-bahan penyelidikan membenarkan pernyataan itu dan akan ditolak jika kenyataan menyangkalnya (Sutrisna Hadi, 1996)
Maka berdasarkan pokok permasalahan dan tujuan penelitian diatas, hipotesisnya :
Saluran distribusi Produsen à Agen à Konsumen merupakan saluran distribusi yang paling efisien.
Saluran distribusi Produsen à Agen à Konsumen memiliki tingkat return of investment (ROI) yang paling tinggi.
Metode Penelitian
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel Penelitian
Berkaitan dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini maka akan didapat beberapa variabel penelitian. Adapun variabel-variabel penelitian tersebut adalah :
Variabel Terikat
Efisiensi saluran distribusi
Variabel Bebas
Volume penjualan perusahaan
Biaya distribusi perusahaan
Definisi operasional
Variabel Terikat
Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor unsur yang ada atau muncul dipengaruhi oleh adanya variabel besar, (Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, 1998). Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah :
Variabel tingkat efisiensi saluran distribusi
Tingkat efisiensi distribusi dan tingkat ROI yang tinggi dapat diartikan sebagai tingkat efisiensi saluran distribusi perusahaan, yang diukur dengan perbandingan volume penjualan dan biaya distribusi perusahaan.
Variabel Bebas
Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau unsur lain.
Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah :
Volume penjualan
Volume penjualan adalah tingkat penjualan perusahaan selama 3 thaun terakhir.
Biaya distribusi
Biaya distribusi adalah semua biaya yang harus ditanggung perusahaan dalam suatu saluran distribusi. Dalam penelitian ini biaya distribusi dihitung setiap saluran distribusi. Biaya distribusi merupakan biaya pengiriman dan biaya berlangganan biro jasa ekspedisi pengiriman.
Penentuan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kegiatan distribusi yang dilakukan perusahaan sejak perusahaan itu berdiri hingga sekarang. Sedangkan sampelnya diambil dari kegiatan serta hasil penjualan selama 3 tahun terakhir.
Jenis dan Sumber Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi :
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya tanpa pihak lain. Dilakukan dengan cara wawancara. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian.
b. Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan secara tidak langsung. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :
Data penjualan perusahaan selama 3 tahun terakhir;
Data biaya distribusi perusahaan selama 3 tahun terakhir;
Gambaran umum perusahaan.
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data disesuaikan dengan keadaan dan kondisi objek penelitian. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah :
Inerview, yaitu mengadakan wawancara langsung dengan objek penelitian untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan
Observasi, yaitu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan sacara langsung terhadap objek yang diteliti.
Kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan data dan keterangan dari referensi, dan sumber informasi yang relevan dengan penelitian.
Metode Analisis
Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka data yang telah berhasil dikumpulkan perlu dianalisis. Adapun proses analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Analisis Efisiensi Distribusi Produk dan Uji Beda Rata-Rata Tingkat Efisiensi Distribusi Produk
· Analisis Efisiensi Distribusi Produk
Menurut J. Supranto (1993) penentuan efisiensi saluran distribusi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus prosentase antara biaya distribusi terhadap hasil penjualan. Untuk menghitung rata-rata tingkat efisiensi distribusi produk maka dilakukan perbandingan antara hasil penjualan (output) dengan biaya distribusi (input) (Sarwoto,1990).
· Analisis Uji Beda Rata-Rata Tingkat Efisiensi Distribusi Produk
Setelah rata-rata tingkat efisiensi distribusi produk pada masing-masing daerah diketahui, maka dilakukan perbandingan serta diuji untuk membuktikan ada tidaknya perbedaab diantara daerah pemasaran tersebut, untuk itu disusun hipotesis sebagai berikut :
Ho: µ1 = µ2 ; berarti tidak ada perbedaan rata-rata tingkat efisiensi distribusi produk antar daerah pemasaran.
Hi: µ1 = µ2 ; berarti terdapat perbedaan rata-rata tingkat efisiensi ditribusi produk antar daerah pemasaran.
Sedangkan pada saat uji-t (Sudjana,1982) dirumuskan sebagai berikut :
………………………………………….(1)
dimana ……………….………………………(2)
…………………………….(3)
Keterangan:
X = rata-rata efisiensi
X1 = efisiensi
S2 = deviasi standar
n = jumlah sampel
Pengujian dilakukan dengan 2 arah, yaitu pada tingkat kepercayaan 95% (α = 5%) dan derajat kebebasan (n1+n2-2).
6. Rencana Kegiatan
Kegiatan BULAN
1 1 2 2 3 3 4 4
1. Persiapan Penelitian dan Perijinan
2. Persiapan Instrumen & Pra Survei
3. Pengumpulan Data
4. Tabulasi & Analisis Data
5. Laporan dan Seminar
BIOGRAFI PENELITI
1. Nama Lengkap : Muhamad Sobirin
2. NIM : 071010093
3. FAK/PROGDI : Ekonomi/ Manajemen
4. Perguruan Tinggi : Universitas Wahid Hasyim Semarang
5. Waktu untuk Kegiatan : 5 jam/minggu
BIOGRAFI DOSEN PENDAMPING
1. Nama Lengkap : Drs Umar Chadiq, MM
2. NIP : 131636146
3. Golongan/Pangkat : IIIC/Asistanst Ahli
4. Jabatan Fungsional : Asistan Ahli
5. Jabatan Struktural
6. Fak/Progdi : Ekonomi/Manajemen
7. Perguruan Tinggi : Universitas Wahid Hasyim Semarang
8. Bidang Keahlian : Manajemen Pemasaran
9. Waktu untuk Kegiatan : 4 jam/minggu
DAFTAR PUSTAKA
Guiltinan, Joseph dan Paul, Gordon, 1987, Cases In Marketing Management, New York, MsGraw-Hill Book Inc
Kotler, Philip, 1992, Manjemen Pemasaran Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian, Edisi keenam, jilid I, diterjemahkan oleh Jaka Wasana, Erlangga Jakarta
Kotler, Philip, 1994, Manjemen Pemasaran Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian, Edisi keenam, jilid II, diterjemahkan oleh Jaka Wasana, Erlangga Jakarta
Radiosunu, 1987, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian, jilid I, Erlangga Jakarta
Sigit, Soehardi, 1980, Marketing Praktis, BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Singarimbun, Masri dan Sofyan Effendi, 1998, Metode Penelitian Survey, LP3S, Jakarta
Stanton, J. William, 1993, Prinsip Pemasaran, Jilid II, diterjemahkan oleh Drs Sadu Sudaru, Erlangga Jakarta
Swasta, Basu, 1981, Saluran Pemasaran, Edisi Pertama, BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Swasta, Basu, 1996, Azas-Azas Marketing, Edisi Ketiga, Liberty, Yogyakarta
Swasta, Basu dan Irawan, 1997, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta
Rabu, 12 Mei 2010
proposal makrab | proposal | cara membuat proposal
PROPOSAL
SENAT MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNWAHAS
A.DASAR PEMIKIRAN
Akrab merupakan suatu kata yang mudah terucapkan, tetapi sulit dilakukan. Apalagi kalau sedang berada dilingkungan yang serba baru, kampus baru, teman baru, dan suasana baru. Hal tersebut membuat seseorang merasa canggung dalam berkomunikasi ataupun manjalin hubungan kerjasama. Padahal salah satu kunci sebuah kesuksesan adalah seseorang mampu bekerjasama membangun teamwork ataupun jaringan yang baik dengan berbagai pihak maupun berbagai kalangan.
Dengan adanya keakraban, bisa dipastikan kerjasama akan terbentuk, tetapi yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah bagaimana membentuk sebuah keakraban di suatu lingkungan yang serba baru. Hal inilah yang memerlukan cara dan upaya agar suasana harmonis serta rasa solidaritas dapat tetrcipta dalam lingkungan tersebut.
Melihat kondisi tersebut Senat Fakultas Ekonomi mencari solusi untuk mengatasi permasalahan itu. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan “Malam Keakraban (Makrab)“. Dimana dengan kegiatan ini diharapkan mampu membentuk keakraban yang menghasilkan sikap solidaritas antar sesama melalui kreativitas bisa membentuk sebuah jalinan kerjasama maupun jaringan yang baik.
B.LANDASAN KEGIATAN
Hal-hal yang mendasari kegiatan ini adalah:
1)Program kerja Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNWAHAS
2)PD/PRT Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNWAHAS
3)Rapat pengurus Senat pada tanggal 10 Oktober 2009
4)Rapat panitia pelaksana pada tanggal 11 Oktober 2009
C.MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah:
1.Terjalinnya solidaritas antar mahasiswa Fakultas Ekonomi UNWAHAS
2.Meningkatnya kreativitas mahasiswa
3.Terbentuknya kerjasama yang baik antar mahasiswa
4.Menjaga hablun minannas wa hablun minal alam
5.Mengamalkan amalan kaidah islamiyah dalam menjaga tali silaturrahmi
D.TARGET KEGIATAN
Target kegiatan ini adalah terciptanya keakraban antar mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi UNWAHAS, yang tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama dan antargolongan dari setiap peserta.
E.NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah “MALAM KEAKRABAN (MAKRAB)” dengan tema “Meningkatkan Solidaritas Dan Kreativitas Mahasiswa Demi Terwujudnya Fakultas Ekonomi Yang Madani“.
F.WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Hari/ Tanggal : Sabtu- Minggu, 24-25 Oktober 2009
Pukul : 12.00 (Sabtu) - 13.00 (Minggu) WIB
Tempat : Bumi Perkemahan Kopeng
G.PANITIA KEGIATAN
Susunan panitia kegiatan terlampir
H.ANGGARAN
Adapun Anggaran terlampir
I.MANUAL ACARA
Manual acara terlampir
J.PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami sampaikan agar digunakan sebagai acuan konsepsional dan operasional kegiatan mengingat kegiatan ini sangat penting maka dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan, baik internal maupun eksternal. Kami sangat mengharapkan bantuan serta dukungan dari berbagai lembaga atau instansi baik secara moral maupun material.
Semarang, 16 Oktober 2009
Senat Fakultas Ekonomi
Universitas Ekonomi Wahid Hasyim
Semarang
Muhammad Hanif
Ketua Senat
Panitia Kegiatan
Malam Keakraban Fakultas Ekonomi (Makrab) 2009
Muhamad Sobirin
Ketua Panitia
Mengetahui/ Menyetujui,
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Wahid Hasyim Semarang
Drs.Umar Chadiq, SE. MM
NIP : 131636146
Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA
Pelindung : Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim
Penanggung Jawab : Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Ketua : Muhamad Sobirin
Sekretaris : Umul Hidayah
Bendahara : Ulifah
Seksi-Seksi:
1.Seksi Acara
a.Sri Lestari
b.Fajrin Kholil
2.Seksi Konsumsi
a.Winahyu
b.Nur Hartianti
3.Seksi Perlengkapan
a.Moh Nur Hamid
b.Sadidi
4.Seksi Dokumentasi dan Transportasi
a.Ahmad Hasyim
b.Feni
5.Seksi kesekretariatan
a.Oktafury Budiarti
b.Kuntatik
6.Seksi Kesehatan
a.Sumarsih
b.Nurul Mukarohmah
Ketua Panitia
Muhamad Sobirin
Lampiran 2
ESTIMASI ANGGARAN
1.PEMASUKAN
No
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1
Iuaran Peserta
50.000
30
Rp. 1.500.000,-
2.
Senat Fakultas Ekonomi
Rp. 160.500,-
3.
Fakultas Ekonomi
Rp. 400.000,-
4.
Sumbangan Universitas
Rp. 2.000.000,-
Total Pemasukan
Rp. 4.060.500,-
2.PENGELUARAN
a.Kesekretariatan
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Kertas HVS
33.000
1 rim
Rp. 33.000,-
2.
Tinta print
20.000
Rp. 20.000,-
3.
Amplop
10.000
1 dus
Rp. 10.000,-
4.
ATK
Rp. 25.000,-
5.
Penggandaan Proposal dan Surat Menyurat
Rp. 200.000,-
6.
Lem
2. 000
1 buah
Rp. 2.000,-
7.
Gunting
5. 000
1 buah
Rp. 5.000,-
8.
Sertifikat panitia & peserta
1. 500
50 Buah
Rp. 75.000,-
9.
Stempel
17.500
1 buah
Rp. 17.500,-
Sub Total
Rp. 387.500,-
b.Konsumsi
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Makan peserta 3 kali
5.000
30
Rp. 450.000,-
2.
Makan panitia 3 kali
5.000
15
Rp. 225.000,-
3.
Makan Tamu Undangan
7.500
5
Rp. 37.500,-
4.
Snack Pembicara
7.500
5
Rp. 37.500,-
5.
Aqua
18.000
5
Rp. 90.000,-
Sub Total
Rp. 840.000,-
c.Akomodasi
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Transportasi
750.000
Rp. 750.000,-
2.
Tiket Masuk
15.000
50
Rp. 750.000,-
3.
Keamanan
Rp. 50.000,-
4.
Bisaroh Pembicara
100.000
4
Rp. 400.000,-
Sub total
Rp. 1.950.000,-
d.Perlengkapan
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Sewa Tenda
30.000
4
Rp. 120.000,-
2.
Lampu Penerangan
25.000
4
Rp. 100.000,-
3.
Listrik
Rp. 50.000,-
4.
Minyak Tanah
6.000
2
Rp. 12.000,-
Sub Total
Rp. 282.000,-
e.Pubdekdok
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Roll Film
24.000
3 rol
Rp. 72.000,-
2.
Batu Batere
5.000
4 buah
Rp. 20.000,-
3.
Cuci Cetak
45.000
2 rol
Rp. 90.000,-
Sub Total
RP. 182.000,-
f.Kesehatan
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
P3K
Rp. 50.000,-
Sub Total
RP. 50.000,-
g.Pengeluaran tidak terduga
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Lain-lain
Rp. 369.000,-
Sub Total
RP. 369.000,-
Total Anggaran
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Kesekretariatan
Rp. 387.500,-
2.
Konsumsi
Rp. 840.000,-
3.
Akomodasi
Rp. 1.950.000,-
4.
Perlengkapan
Rp. 282.000,-
5.
Pubdekdok
RP. 182.000,-
6.
Kesehatan
RP. 50.000,-
7.
Lain-lain
Rp. 369.000,-
Total Anggaran Dana
Rp. 4.060.500,-
Semarang, 20 Oktober 2009
Senat Fakultas Ekonomi
Universitas Ekonomi Wahid Hasyim
Semarang
Muhammad Hanif
Ketua Senat
Panitia Kegiatan
Malam Keakraban Fakultas Ekonomi (Makrab) 2009
Muhamad Sobirin
Ketua Panitia
Mengetahui/ Menyetujui,
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Wahid Hasyim Semarang
Drs.Umar Chadiq, SE. MM
NIP : 131636146
Lampiran 3
MANUAL ACARA
No
Waktu
Uraian
Pemateri
Penanggung Jawab
1.
11.00 – 12.00 WIB
Cheking Peserta
Moh Nur Hamid
Ahmad Hasyim
2.
12.00 – 15.00 WIB
Pemberangkatan Peserta
Sri Lestari
Sie. Acara
3.
15.00 – 16.00 WIB
Pendirian Tenda
Sadidi
Fajrin Kholil
4.
16.00 – 17.00 WIB
Upacara Pembukaan
Drs. Umar Chadiq, SE. MM
Sie. Acara
5.
17.00 – 18.30 WIB
Ishoma
Sie. Konsumsi
6.
18.30 – 20.00 WIB
Ta’aruf
Sri Lestari
Sie. Acara
7.
20.00 – 21.00 WIB
Pengenalan Ekologi Fakultas Ekonomi Unwahas
Nanang Yusroni, SE. M.Si
Nur Hartianti
8.
21.00 – 23.00 WIB
“ Bagaimana memunculkan kreatifvitas dalam diri pribadi ”
Nasichin
Moh Nur Hamid
9.
23.00 – 24.00 WIB
Role Play
Nasichin dan Panitia
All Panitia
10.
00.00 – 02.00 WIB
Istirahat (tidur)
All Panitia
11.
02.00 – 04.00 WIB
Renungan Malam
Nanang Yusroni, SE. M.Si
Sumarsih
12.
04.00 – 05.00 WIB
Sholat Jama’ah dan MCK
Kuntatik
13.
05.00 – 05.30 WIB
Senam pagi
Ulifah
All Panitia
14.
05.30 – 06.30 WIB
Makan Pagi
Nur Hartianti
Sie. Konsumsi
15.
06.30 – 09.00 WIB
Hiking
Sri Lestari
Sie. Acara
16.
09.00 – 11.30 WIB
Out Bond
Fajrin Kholil
Sie. Acara
17
11.30 – 12.00 WIB
Ishoma
Sie. Konsumsi
18.
12.00 – 12.30 WIB
Upacara Penutupan
Fajrin Kholil
Sie. Acara
19.
12.30 – 13.00 WIB
Persiapan Pulang
All
20.
13.00 – Selesai
Sayonara Pulang
All
Sie. Acara Kegiatan
Sri Lestari
SENAT MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNWAHAS
A.DASAR PEMIKIRAN
Akrab merupakan suatu kata yang mudah terucapkan, tetapi sulit dilakukan. Apalagi kalau sedang berada dilingkungan yang serba baru, kampus baru, teman baru, dan suasana baru. Hal tersebut membuat seseorang merasa canggung dalam berkomunikasi ataupun manjalin hubungan kerjasama. Padahal salah satu kunci sebuah kesuksesan adalah seseorang mampu bekerjasama membangun teamwork ataupun jaringan yang baik dengan berbagai pihak maupun berbagai kalangan.
Dengan adanya keakraban, bisa dipastikan kerjasama akan terbentuk, tetapi yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah bagaimana membentuk sebuah keakraban di suatu lingkungan yang serba baru. Hal inilah yang memerlukan cara dan upaya agar suasana harmonis serta rasa solidaritas dapat tetrcipta dalam lingkungan tersebut.
Melihat kondisi tersebut Senat Fakultas Ekonomi mencari solusi untuk mengatasi permasalahan itu. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan “Malam Keakraban (Makrab)“. Dimana dengan kegiatan ini diharapkan mampu membentuk keakraban yang menghasilkan sikap solidaritas antar sesama melalui kreativitas bisa membentuk sebuah jalinan kerjasama maupun jaringan yang baik.
B.LANDASAN KEGIATAN
Hal-hal yang mendasari kegiatan ini adalah:
1)Program kerja Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNWAHAS
2)PD/PRT Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNWAHAS
3)Rapat pengurus Senat pada tanggal 10 Oktober 2009
4)Rapat panitia pelaksana pada tanggal 11 Oktober 2009
C.MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah:
1.Terjalinnya solidaritas antar mahasiswa Fakultas Ekonomi UNWAHAS
2.Meningkatnya kreativitas mahasiswa
3.Terbentuknya kerjasama yang baik antar mahasiswa
4.Menjaga hablun minannas wa hablun minal alam
5.Mengamalkan amalan kaidah islamiyah dalam menjaga tali silaturrahmi
D.TARGET KEGIATAN
Target kegiatan ini adalah terciptanya keakraban antar mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi UNWAHAS, yang tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama dan antargolongan dari setiap peserta.
E.NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah “MALAM KEAKRABAN (MAKRAB)” dengan tema “Meningkatkan Solidaritas Dan Kreativitas Mahasiswa Demi Terwujudnya Fakultas Ekonomi Yang Madani“.
F.WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Hari/ Tanggal : Sabtu- Minggu, 24-25 Oktober 2009
Pukul : 12.00 (Sabtu) - 13.00 (Minggu) WIB
Tempat : Bumi Perkemahan Kopeng
G.PANITIA KEGIATAN
Susunan panitia kegiatan terlampir
H.ANGGARAN
Adapun Anggaran terlampir
I.MANUAL ACARA
Manual acara terlampir
J.PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami sampaikan agar digunakan sebagai acuan konsepsional dan operasional kegiatan mengingat kegiatan ini sangat penting maka dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan, baik internal maupun eksternal. Kami sangat mengharapkan bantuan serta dukungan dari berbagai lembaga atau instansi baik secara moral maupun material.
Semarang, 16 Oktober 2009
Senat Fakultas Ekonomi
Universitas Ekonomi Wahid Hasyim
Semarang
Muhammad Hanif
Ketua Senat
Panitia Kegiatan
Malam Keakraban Fakultas Ekonomi (Makrab) 2009
Muhamad Sobirin
Ketua Panitia
Mengetahui/ Menyetujui,
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Wahid Hasyim Semarang
Drs.Umar Chadiq, SE. MM
NIP : 131636146
Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA
Pelindung : Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim
Penanggung Jawab : Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Ketua : Muhamad Sobirin
Sekretaris : Umul Hidayah
Bendahara : Ulifah
Seksi-Seksi:
1.Seksi Acara
a.Sri Lestari
b.Fajrin Kholil
2.Seksi Konsumsi
a.Winahyu
b.Nur Hartianti
3.Seksi Perlengkapan
a.Moh Nur Hamid
b.Sadidi
4.Seksi Dokumentasi dan Transportasi
a.Ahmad Hasyim
b.Feni
5.Seksi kesekretariatan
a.Oktafury Budiarti
b.Kuntatik
6.Seksi Kesehatan
a.Sumarsih
b.Nurul Mukarohmah
Ketua Panitia
Muhamad Sobirin
Lampiran 2
ESTIMASI ANGGARAN
1.PEMASUKAN
No
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1
Iuaran Peserta
50.000
30
Rp. 1.500.000,-
2.
Senat Fakultas Ekonomi
Rp. 160.500,-
3.
Fakultas Ekonomi
Rp. 400.000,-
4.
Sumbangan Universitas
Rp. 2.000.000,-
Total Pemasukan
Rp. 4.060.500,-
2.PENGELUARAN
a.Kesekretariatan
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Kertas HVS
33.000
1 rim
Rp. 33.000,-
2.
Tinta print
20.000
Rp. 20.000,-
3.
Amplop
10.000
1 dus
Rp. 10.000,-
4.
ATK
Rp. 25.000,-
5.
Penggandaan Proposal dan Surat Menyurat
Rp. 200.000,-
6.
Lem
2. 000
1 buah
Rp. 2.000,-
7.
Gunting
5. 000
1 buah
Rp. 5.000,-
8.
Sertifikat panitia & peserta
1. 500
50 Buah
Rp. 75.000,-
9.
Stempel
17.500
1 buah
Rp. 17.500,-
Sub Total
Rp. 387.500,-
b.Konsumsi
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Makan peserta 3 kali
5.000
30
Rp. 450.000,-
2.
Makan panitia 3 kali
5.000
15
Rp. 225.000,-
3.
Makan Tamu Undangan
7.500
5
Rp. 37.500,-
4.
Snack Pembicara
7.500
5
Rp. 37.500,-
5.
Aqua
18.000
5
Rp. 90.000,-
Sub Total
Rp. 840.000,-
c.Akomodasi
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Transportasi
750.000
Rp. 750.000,-
2.
Tiket Masuk
15.000
50
Rp. 750.000,-
3.
Keamanan
Rp. 50.000,-
4.
Bisaroh Pembicara
100.000
4
Rp. 400.000,-
Sub total
Rp. 1.950.000,-
d.Perlengkapan
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Sewa Tenda
30.000
4
Rp. 120.000,-
2.
Lampu Penerangan
25.000
4
Rp. 100.000,-
3.
Listrik
Rp. 50.000,-
4.
Minyak Tanah
6.000
2
Rp. 12.000,-
Sub Total
Rp. 282.000,-
e.Pubdekdok
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Roll Film
24.000
3 rol
Rp. 72.000,-
2.
Batu Batere
5.000
4 buah
Rp. 20.000,-
3.
Cuci Cetak
45.000
2 rol
Rp. 90.000,-
Sub Total
RP. 182.000,-
f.Kesehatan
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
P3K
Rp. 50.000,-
Sub Total
RP. 50.000,-
g.Pengeluaran tidak terduga
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Lain-lain
Rp. 369.000,-
Sub Total
RP. 369.000,-
Total Anggaran
No.
Keterangan
Satuan (Rp)
Volume
Jumlah
1.
Kesekretariatan
Rp. 387.500,-
2.
Konsumsi
Rp. 840.000,-
3.
Akomodasi
Rp. 1.950.000,-
4.
Perlengkapan
Rp. 282.000,-
5.
Pubdekdok
RP. 182.000,-
6.
Kesehatan
RP. 50.000,-
7.
Lain-lain
Rp. 369.000,-
Total Anggaran Dana
Rp. 4.060.500,-
Semarang, 20 Oktober 2009
Senat Fakultas Ekonomi
Universitas Ekonomi Wahid Hasyim
Semarang
Muhammad Hanif
Ketua Senat
Panitia Kegiatan
Malam Keakraban Fakultas Ekonomi (Makrab) 2009
Muhamad Sobirin
Ketua Panitia
Mengetahui/ Menyetujui,
Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Wahid Hasyim Semarang
Drs.Umar Chadiq, SE. MM
NIP : 131636146
Lampiran 3
MANUAL ACARA
No
Waktu
Uraian
Pemateri
Penanggung Jawab
1.
11.00 – 12.00 WIB
Cheking Peserta
Moh Nur Hamid
Ahmad Hasyim
2.
12.00 – 15.00 WIB
Pemberangkatan Peserta
Sri Lestari
Sie. Acara
3.
15.00 – 16.00 WIB
Pendirian Tenda
Sadidi
Fajrin Kholil
4.
16.00 – 17.00 WIB
Upacara Pembukaan
Drs. Umar Chadiq, SE. MM
Sie. Acara
5.
17.00 – 18.30 WIB
Ishoma
Sie. Konsumsi
6.
18.30 – 20.00 WIB
Ta’aruf
Sri Lestari
Sie. Acara
7.
20.00 – 21.00 WIB
Pengenalan Ekologi Fakultas Ekonomi Unwahas
Nanang Yusroni, SE. M.Si
Nur Hartianti
8.
21.00 – 23.00 WIB
“ Bagaimana memunculkan kreatifvitas dalam diri pribadi ”
Nasichin
Moh Nur Hamid
9.
23.00 – 24.00 WIB
Role Play
Nasichin dan Panitia
All Panitia
10.
00.00 – 02.00 WIB
Istirahat (tidur)
All Panitia
11.
02.00 – 04.00 WIB
Renungan Malam
Nanang Yusroni, SE. M.Si
Sumarsih
12.
04.00 – 05.00 WIB
Sholat Jama’ah dan MCK
Kuntatik
13.
05.00 – 05.30 WIB
Senam pagi
Ulifah
All Panitia
14.
05.30 – 06.30 WIB
Makan Pagi
Nur Hartianti
Sie. Konsumsi
15.
06.30 – 09.00 WIB
Hiking
Sri Lestari
Sie. Acara
16.
09.00 – 11.30 WIB
Out Bond
Fajrin Kholil
Sie. Acara
17
11.30 – 12.00 WIB
Ishoma
Sie. Konsumsi
18.
12.00 – 12.30 WIB
Upacara Penutupan
Fajrin Kholil
Sie. Acara
19.
12.30 – 13.00 WIB
Persiapan Pulang
All
20.
13.00 – Selesai
Sayonara Pulang
All
Sie. Acara Kegiatan
Sri Lestari
Sabtu, 08 Mei 2010
Rabu, 05 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)